Pages

Rabu, 26 Desember 2012

Foto-foto Kejuaraan Tahun 2012

Yeah, saat ini saya mau menampilkan semua foto2 kejuaraan ditahun 2012 ini dari kejuaraan MOK's Open Tournament, Eljee Cup 2 sampe Kejurda Series IV
Btw, saya ngepost foto ini dalam rangka menutup dan mengenang tahun 2012 yang indah ini.

.
 Waktu mau tanding di Kejuaraan MOK's Open Tournament

 Anak2 kabupaten Kediri yg menang wkt Kejuaraan Eljee Cup II, termasuk saya yang  cewe depan sendiri :p     

  Waktu mau timbang, malah foto2 :P Aku (kanan) mas Yosa (tengah) Mbak Ratri (kiri) at Kejurda Series IV

 Dari kiri, aku, kirun, mbak ratri, reva, yogi, sabeum krisna, mas yosa, sabeum nim gunawan (Series IV)

 Dari atas, aku, mas yosa, mbak ratri, mbak irma (Series IV)

 Habis timbang, langsung makan :D xD soalnya wkt sebelum penimbangan nggak boleh makan dulu.
Bagaikan anak2 gembel :p :D (Series IV)

                                                  Sabeum Krisna lagi tidur :p (Series IV)

 Dari kiri, Emprit (faisal), Mas Bayu, Aku, Nadia. Yang ada dibawah namanya Arya (MOK's Open Tournamnet)

                                                                        (Series IV)

                                                          aku sm Kirun :p (Series IV)

Waktu mau tanding :D (MOK's Open Tournament)

                                    Dari atas, mbak irma, mas yosa, mbak ratri, aku :p (Series IV)




Yahh, sekian dulu deh foto2 dari kejuaraan 2012 ini. Walaupun cuman sedikit, tp banyak kenangan yang terkandung didalamnya.
Alhamdulillah Taekwondo Gunawan's Club (Kab. Kediri) pada tahun 2012 ini bisa meraih banyak medali (walaupun saya kalah wkt series IV, krn saya aslinya masi pra junior dan coba2 buat turun junior :p) tp alhamdulillah saya wkt Mok's sama Eljee cup II bs dapet emas semua ^^
Sekian dulu dari saya, semoga di tahun 2013 besok, Taekwondo Gunawan's Club (Kab. Kediri) bisa lebih maju dan berprestasi lagi (Aminn). Selamat tinggal 2012 selamat datang 2013 ^^



~ Salam Taekwondo ^^

Rabu, 31 Oktober 2012

Wasit Juga Manusia :)






 Dalam pertandingan apapun, yang dipimpin oleh Wasit ataupun Referee, kadang kita jumpai kesalahan teknis pada pengambilan keputusannya. Entah itu pertandingan sepakbola, bulutangkis, karate, gulat, judo, taekwondo, dll. Sering juga kita melihat ekspresi kemarahan di pihak yang dirugikan (atlet, manajer, ataupun official). Bahkan menjadikan wasit sebagai kambing hitam alasan kekalahan timnya. Seperti yang kita simak di acara televisi yang mewawancarai pelatih sepakbola Ayang kesal karena kesalahan wasit sebagai pemimpin lomba. Bahkan Taekwondoin asal Kuba menendang wasit, akibat kesal kepada keputusan wasit. 

(Lihat gambar)

Angel Valodia Matos of Cuba kicks out at referee Chakir Chelbat of Sweden
*Taekwondoin Kuba menendang wasit

Taekwondoin putra asal Kuba, Angel Valodi Matos dilarang bertanding seumur hidup setelah menendang wasit asal Swedia, Chakir Chelbat pada perebutan perunggu kelas Under 80 kg Olimpiade Beijing 2008. Matos tidak mampu menahan emosi setelah dinyatakan diskualifikasi dari lawannya, Arman Chilmanov dari Kazhakstan.

Matos yang telah unggul 3-2 terjatuh setelah mendapat serangan dari lawan. Ia tengah menunggu pemeriksaan kesehatan setelah tiba-tiba dinyatakan kalah diskualifikasi karena melebihi waktu injury yang diizinkan selama 1 menit.

Matos marah, lalu mendorong seorang hakim dan melancarkan tendangan ke arah Chelbat. Matos kemudian meludah ke lantai, sebelum ditarik keluar ke area pertandingan.

WTF langsung menjatuhkan sanksi kepada atlet Kuba dan pelatihnya. Sanksi yang diberikan adalah sebuah larangan mengikuti pertandingan selama seumur hidup dalam semua pertandingan.Semua hasil yang diraih oleh atletdalam Olimpiade Beijing akan otomatis dihapus.

Pantaskah kita marah? Pantaskah kita kesal?

Saya yakin jika kita berada di pihak yang dirugikan, pasti kita meluapkan kemarahan kita, atau sekedar mengajukan protes kepada wasit yang bersangkutan. Memang hal ini sangat sulit dipecahkan. Di setiap olahraga harus memiliki Komisi Disiplin yang tegas, dan mampu mengawasi baik para atlet, official, pelatih, supporter, maupun wasit sendiri.

Walaupun kita berada di pihak yang dirugikan, tidak seharusnya kita mencaci-maki ataupun menganiaya wasit. Ingat, Wasit juga manusia, yang juga bisa melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Kitapun akan mengalami hal yang sama jika kita menjadi seorang wasit.

Langkah yang bijaksana dalam pemecahan masalah ini. Komisi Disiplin atau pengawas lomba harus mengusut sampai tuntas jika ada protes peserta pertandingan terhadap keputusan wasit. Betul, jika di tiap kejuaraan keputusan wasit selalu mutlak, tetapi tidak menutup kemungkinan, celah ini dimanfaatkan oleh mafia olahraga yang haus akan kemenangan.

Jika terbukti bersalah, ada baiknya memberikan sanksi kepada wasit atau referee yang bersangkutan, tetapi jika tidak terbukti, alangkah baiknya jika kita menerima kekalahan dengan lapang dada. Kemenangan bukanlah merupakan tolak ukur dari suatu kesuksesan. Kesuksesan adalah apabila kita mampu mengeluarkan kemampuan kita dengan maksimal, dan mengalahkan diri sendiri. Itu yang terpenting.

Berikanlah teladan bagi para atlet agar selalu menghormati wasit sebagai insan manusia, dan bukan sebagai robot pengawas lomba. Buatlah iklim kompetisi sesehat mungkin. Jangan merusaknya dengan tindakan kerusuhan yang justru akan mencoreng kredibilitas dari olahraga itu sendiri.

Jumat, 26 Oktober 2012

Menjadi Atlet Poomsae Mudah ?



Atlet Taekwondo identik dengan  Kyorugi. Sebagian atlet Taekwondo berkarir di Kyorugi. Dengan beban latihan yang berat, olah fisik yang teratur, berlatih tehnik, mental, dll. Membuat suatu stigma atau pandangan bahwa atlet Kyorugi adalah segala-galanya.

Seiring bertambahnya ragulasi WTF, pertandingan Taekwondo sekarang tidak hanya mempertandingkan Kyorugi saja, tapi sekarang muncul "Mainan baru" yaitu pertandingan Poomsae. Saat ini, Pertandingan Poomsae sering disisipkan pada pertandingan Taekwondo.

Karena merupakan "Mainan baru" maka, banyak yang menganggap remeh. Baik pertandingannya maupun atletnya. Banyak yang salah sangka bahwa mengikuti Pertandingan Poomsae  itu sangat mudah. Tidak perlu latihan fisik, mental, tehnik, bahkan tidak perlu capek-capek layaknya pertandingan Kyorugi.

Jika kita menganggap demikian, maka mulai sekarang hilangkan pola pikir seperti itu.

Seorang atlet Poomsae tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.

Poomsae merupakan serangkaian gerakan yang sangat membutuhkan konsentrasi penuh disetiap gerakannya, dituntut menghasilkan gerakan yang indah, penuh tenaga yang ideal, sehingga menimbulkan suatu seni tersendiri bagi yang melihatnya.

Melakukan gerakan Poomsae perlu latihan yang intensif, latihan tehnik yang tepat, fisik yang kuat(dalam hal ini, mengenaipengaturan pernapasan) dan tentu saja membutuhkan  mental yang kuat.

Mengapa perlu mental yang kuat? Padahal kita tidak head to head dengan lawan atau tidak tarung dengan siapapun? 
Memang, kita tidak berhadapan dengan lawan seperti Kyorugi. Tapi yang kita hadapi adalah wasit, penonton, dan diri kita sendiri. Apalagi jika kita bertanding di kelas individu, jika mental tidak siap, maka yang terjadi adalah...... (tebak sendiri lah)

Kenapa harus berlatih Intensif untuk menghadapi suatu pertandingan Poomsae? Kenapa harus latihan fisik dan tehnik segala ?
Poomsae yang dipertandingkan menuntut suatu keindahan dan kesempurnaan. Yang menilai adalah penonton, wasit, dan diri kita sendiri. Untuk mencapai kesempurnaan Poomsae, dibutuhkan latihan yang intensif, fisik yang prima(agar tidak ngos-ngosan saat setelah melakukan Poomsae) dan tehnik yang tepat/

Menjadi Atlet Poomsae adalah suatu kebanggan tersendiri, sama seperti atlet Kyorugi, bahwa tidak semua Taekwondoin mampu menjadi atlet, apalagi menjadi atlet yang langganan juara. Jadi, apapun background kita(Poomsae ataupun Kyorugi) kita wajib bangga dan terus memiliki semangat tinggi untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya.

Minggu, 21 Oktober 2012

Apa yang Terjadi Saat Kita di Arena ?






- Kita akan mendapat semua jerih payah latihan kita, maksimal tidaknya kita akan terlihat disana

- Kita akan belajar "mengatasi rasa takut kita , merasakan nikmatnya detak jantung meningkat, tapi.. tenang. Sema orang juga merasakan hal yang sama, pecundang dan juara merasakan rasa takut yang sama.

- Gelar apapun tidak akan bermanfaat bagi kita saat berada di arena, semuanya sama. Yang berkualitaslah yang akan menang. Gelar juara pun tidak akan membantu apapun.

- Akan ada dua pilihan. Mundur, atau tetap melanjutkan pertandingan. Pilihan kedua adalah pilihan terbaik. Mengikuti pertandingan bukan soal kalah menang, tetapi berkaitan dengan berhasil tidaknya menyelesaikan pertandingan hingga saat ronde ketiga berakhir.

- Kita akan semakin menyadari jika kita sangat membutuhkan Allah SWT.

Rabu, 17 Oktober 2012

Bagaimana Cara Menjadi Atlet yang Profesional ?

Fransisca Valentina Sumbang Perunggu 

Jika sudah memutuskan untuk menjadi seorang atlet, maka Totalitas dan Profesionalitas wajib dipenuhi dan tidak boleh ditawar.
Dibawah ini sedikit tips untuk anda :

1. Wajib latihan rutin , baik di dojang atau di rumah. Tidak ada istilah "malas" . Harus terus berlatih. Ingat bahwa diatas langit , masih ada langit.
2.Pandai membagi waktu. Karena jadwal latihan yang padat, kita harus bisa membagi waktu antara refreshing , keluarga , studi dengan latihan.
3. Disiplin dalam mengatur pola makan dan gaya hidup sehari-hari.Tidur jangan sampai malam-malam, jangan kebanyakan junk food. Harus jaga kesehatan.
4. Menjaga Pergaulan. Pergaulan buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Pergaulan yang buruk dapat menular pada kita. Jadi selektiflah dalam memilih teman dalam bergaul.
5. Rendah Hati. Jangan gengsi dan malu bertanya dengan siapapun.Ciri-ciri orang yang rendah hati antara lain adalah memiliki keinginan untuk terus belajar.
6. Pantang Menyerah. Kegagalan bukanlah akhir dari suatu perjuangan, kegagalan adalah batu loncatan bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi. Tiap pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Tidak semua naik ke podium :) Kalah menang itu wajar. Yang terpenting kita harus maksimal dan sudah berusaha mengalahkan diri kita terlebih dahulu.
7. Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah. Poin yang satu ini wajib dilakukan sebelum kita melakukan poin diatas. Allah lah yang mengatur hasil usaha kita, baik meang ataupun kalah, itu semata-mata untuk kebaikan kita. Mendekatkan diri pada Allah mampu melawan rasa cemas dan takut kita. Tidak ada atlet jagoan tanpa campur tangan Allah. Beribadah dan berdoa menunjukkan bahwa kita rendah hati dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Demikian tips Bagaimana menjadi atlet yang Profesional. Jika mau nambah, bisa komentar :)

Sindrom Ketika Sabuk Mulai Berwarna






Beberapa sindrom ketika sabuk mulai berwarna (kurang lebih berlatih 2-3 tahun) adalah :
1. Mulai timbul rasa jenuh

2. Mulai timbul arogansi karena sudah dianggap senior

3. Mulai melupakan disiplin

4. Merasa diri paling hebat

5. Mulai kurang menghargai seniornya

6. Mulai jarang latihan di dojang dengan berbagai alasan

7. Dan masih banyak lagi…


Berbagai hal di atas adalah suatu hambatan untuk menyandang sabuk hitam yang professional. Ingat, ada banyak sekali jumlah sabuk putih, kuning, hijau, biru, dan merah, tetapi hanya sedikit yang mampu menyelesaikan sampai tingkat blackbelt. Ada ribuan taekwondoin yang menyandang blackbelt, tetapi hanya sedikit yang mampu menjadi seorang blackbelt yang professional dan bertanggungjawab.

Maka yang harus kita lakukan adalah menyingkirkan semua hambatan di atas, agar kita menjadi seorang taekwondoin yang professional dan bertanggungjawab. Serta mampu menjadi panutan bagi para yunior di bawah kita.

Padi yang berisi semakin merunduk, bukan sebaliknya…




Salam Taekwondoin


Tips Saat Overweight atau Underweight





Atlet A uring-uringan karena saat penimbangan percobaan ternyata beratnya masih over (kelebihan) 2 kg, lalu apa yang harus dilakukan agar berat badannya masuk, dan tidak didiskualifikasi?
Beberapa tips untuk si atlet A ini adalah :
1. Segera pakai jaket parasut yang tebal (di dobel kalau perlu) serta memakai sepatu khusus jogging, dan segera berlari di lapangan terbuka (di bawah terik matahari) lama tidaknya bergantung pada situasi yang bersangkutan, jika masih belum masuk, maka dilanjutkan sampai dirasa cukup
2. Dilarang minum air putih
3. Diusahakan buang air kecil dan air besar

Sedangkan Atlet B malah sebaliknya beratnya under (kurang) 2 kg, lalu apa yang harus dilakukan?
Beberapa tips untuk si atlet B ini adalah :
1. Segera pergi ke restaurant terdekat, dan makan sebanyak-banyaknya
2. Jangan lupa bayar di kasir (wajib)
Ternyata repot juga kalau overweight dan underweight, daripada Anda harus susah payah melakukan beberapa tips di atas, lebih baik jika Anda mempersiapkan diri jauh sebelum pertandingan dimulai.

Beberapa tips untuk mempersiapkan berat badan adalah :
1. Pastikan berat badan Anda sesuai dengan jenis kelas yang diperlombakan, perhatikan batas maksimal dan minimal berat badan pada kelas tersebut
2. Tolaklah dengan halus jika dipaksa untuk mengikuti kelas yang berat badannya tidak sesuai dengan kondisi Anda, itu hanya akan memperburuk kondisi fisik dan tentunya merusak sportifitas.

Jika memang terpaksa bertanding di kelas yang bukan merupakan berat ideal Anda, yang harus Anda lakukan adalah :
1. Selalu kontrol berat badan Anda, jaga pola makan yang ideal
2. Jika dirasa over, maka diusahakan jangan makan malam, jika under maka sebaliknya
3. Ingat jika ingin merubah berat badan Anda, lakukanlah jauh-jauh hari sebelum pertandingan dilaksanakan, jika tidak maka akan berdampak pada hasil pertandingan Anda nantinya, kondisi fisik lah yang sangat riskan.

Ingat, bertandinglah di kelas yang merupakan berat badan ideal Anda, jika bisa berhasil, maka Anda akan merasa sangat bangga sekali daripada Anda harus mencurangi berat badan Anda sendiri. Apalagi sampai mencuri umur. Wah model begitu tidak akan lama jadi atlet…



Salam Taekwondoin